Sekedar shared apa yang pernah di ajarin bos nih.. hehehehheee....
Pada kenyataanya kelancaran suatu pekerjaan bangunan gedung
sangat dipengauruhi oleh bekisting. Pekerjaan bekisting sangat dipengaruhi oleh
waktu, dimana schedule proyek menjadi acuan.
Selain pembuatan flow material yang perlu di perhatikan
dalam pekerjaan ini adalah jumlah tenaga (SDM) yang diperlukan untuk lantai
pengecoran. Perlu diketahui bahwa setiap satu orang pekerja dalam sehari hanya
mampu mengerjakan 2m2.
Jadi secara singkatnya misalkan ada
proyek dengan luas 1500m2 maka tenaga kerja minimal yang harus
disediakan adalah:
Sama dengan Luas area/(jumlah hari kerja sebelum pengecoran x kapasitas SDM)
1500m2/(6 hari x 2m2) = 125 orang
bekisting, dengan catatan tanpa
lembur.
*cor
hari ke – 7
Maka apabila ada lembur maka kebutuhan
SDM akan menjadi setengahnya saja ( dengan asumsi bahwa jam kerja lembur sama
dengan jam kerja normal; 8 jam). Sebanyak 125 orang tersebut akan di bagi lagi
dalam zona- zona yang telah di tentukan, misalnya 3 zona maka akan dibagi 3
kelompok. Adapun pembagian zona ini di tentukan melalui kapasitas sekali
pengecoran. Kapasitas normal pengecoran / malam ( 8-9 jam) adalah 100
. Maka dalam pembagian zona seyogyanya
jangan melebihi 500
untuk tebal slab 0,2m atau bisa kurang dari
500m2 apabila slab lebih tebal.
Luas area
x tebal slab = volume pengecoran
slab.
500
x 0, 2
= 100
·
Adapun SDM untuk pembesian adalah ½ orang
bekisting---------------- 125/2 = 63 orang
·
Dan SDM untuk pengecoran juga adalah ½
orang bekisting ------------- 125/2 = 63 orang
Pengadaan bekisting kolom secara
keseluruhan adalah minimal sepertiga kebutuhan tiap lantai atau sebanyak
kebutuhan satu zona.
Dengan Asumsi bahwa kolom dapat di cor
pada hari ke 3 sebelum pengecoran dan dapat dibongkar pada hari ke empat.
Sehingga pada hari ke lima dan enam bekisting dan pembesian untuk balok dan
plat bisa di kerjakan. Dan pengecoran dapat dilaksanakan pada hari ke tujuh.
No comments:
Post a Comment